Puisi Duka Untuk Putriku Oleh Ari Dwi vitaranti

Anakku…
Bagaikan petir menyambar di tengah hari benderang
Begitulah berita itu menghantamku
Aku terperangah badanku lemah
Remuk hati tak kuasa ku hindarkan

Anakku…
Sekian belas tahun lalu kalian dipertemukan
Dalam satu wadah yang maha agung mahligai perkawinan
Dalam perjalanan yang tak seberapa panjang itu
Lahirlah dua putri dan satu putra kalian

Menemani dan mengisi hari-hari yang berlalu
Hidup bersama dalam suka maupun duka
Membangun mahligai impian setiap keluarga
Dalam senang maupun susah

Sakitnya terinjak onak dan duri telah kalian tempuh
Sandungan kerikil-kerikil kecilpun telah kalian rasakan
Berbagai ujian telah kalian alami
Kalian pun berhasil menata diri

Dalam bimbingan rahman dan rahimnya Ilahi
Derai tawa telah kalian nikmati bersama
Derai airmatapun tak kurang ikut menimpa

Dalam mengharungi ombak dan gelombang samudra kehidupan
Yang menggoncang dan menghempaskan bahtera kehidupan kalian
Tapi kalian tetap bertahan dan tak jadi korban
Kini, perpisahanpun tak terelakan

Perpisahan yang telah tertulis di tangan Tuhan
Sehelai daun kehidupan telah gugur di Lauhulmahfudz sana
Sang Pemilik telah memanggilnya kepangkuan-Nya
Sabar nak, kuatkan imanmu, tegarlah

Ikhlaskan kepergiannya
Doakan dia agar tenang di alam sana
Ajarkan anak-anakmu mendoakan ayahnya
Krena do’a merekalah yang akan menyelamatkan ayahnya

Izinkan ayah memeluk ananda dari jauh
Sebagai tanda rasa duka cita dan penghiburan
Juga cucu-cucu ayah RaDiAl.
Bila Tuhan mengizinkan,
Kita akan dipertemukan-Nya nanti di suatu saat.

Insya Allah

Judul : PUISI DUKA UNTUK PUTRI KU
Oleh : Ari Dwi Vitaranti